Viadolorosa

“Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala

dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari yang ketiga.” kataNya kepada mereka semua:

 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

(Matius 9:22-23)

Anda mungkin sudah pernah mendengar satu istilah dalam dunia kekristenan yang biasa disebut Via Dolorosa! Kalimat tersebut merupakan istilah dalam bahasa latin yang arti harafiahnya adalah “Jalan Penderitaan”. Sekitar tahun 1400-an, sekelompok ahli sejarah dan arkeologi melakukan reka ulang proses penganiayaan Tuhan Yesus mulai saat diadili hingga pada kematianNya dan akhirnya dikuburkan. Jalan-jalan itu sekarang meliputi pintu masuk gereja St. Stephanus di Yerusalem, terus hingga puncak bukit Golgota dan berakhir di tempat Tuhan Yesus dimakamkan yang sekarang di tempat itu didirikan sebuah gereja yang disebut gereja Makam Kudus.

Sepanjang jalan yang dilalui Yesus Kristus saat detik-detik akhir hidupNya penuh dengan penderitaan. Penderitaan yang bukan tanpa arti, melainkan sangat berarti! Karena melalui penderitaan itu, tergenapilah janji Allah untuk mengirimkan Juruselamat untuk menghapus dosa manusia, dosa saya dan dosa anda semua. Seperti Yesus berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaanlalu dibunuh…”. kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Tuhan Yesus adalah “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Alkitab menyebut orang yang telah menerima Kristus Yesus sebagai Juruselamat pribadinya dengan sebutan “Pengikut Kristus”, karena itulah arti dari “Kristen”. Dari prinsip itulah kita bisa menarik pelajaran dan menyimpulkan bahwa siapapun yang menyebut dirinya seorang Kristen/pengikut Kristus, yang pertama dia harus menyangkal dirinya. Kata “harus” menekankan tidak boleh tidak, artinya wajib! Apakah itu menyangkal diri? Menyangkal diri berarti menolak semua hal-hal yang mengutamakan diri sendiri dibandingkan hal-hal yang mengutamakan Kristus. Yang kedua seorang pengikut Kristus harus memikul salibnya setiap hari. Salib selalu melambangkan penderitaan, penderitaan yang membawa kepada kematian! Penderitaan harus menjadi bagian dari kehidupan seorang pengikut Kristus sejati, entah dalam intensitas kecil, ataupun dalam intensitas yang besar. Tiap-tiap hari seorang Kristen harus siap dengan penderitaan itu, bahkan kalau terpaksa, mati adalah tujuan dari memikul salib! Apakah anda seorang pengikut Kristus? Ketahuilah, saat anda diselamatkan, saat itu juga anda sedang menyusuri “Via Dolorosa” anda masing-masing. Tuhan menyertai kita semua. Amin.  [TLR]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s