Eksegesis

Pendahuluan.

Tahukah anda kalau Alkitab yang ada di tangan anda dulunya ditulis di atas lembar kulit binatang atau sejenis kulit pohon yang biasanya disebut perkamen? Hal itu terjadi karena Alkitab yang kita miliki ini ditulis pada tahun 1446 SM! Sementara mesin cetak ditemukan oleh Johanes Gutenberg pada tahun 1500an M! Jadi 3000 tahun sebelum buku pertama dicetak, Alkitab sudah dituliskan dalam sebuah media yang sangat sederhana. Jadi bisa dibayangkan tebalnya Alkitab pada masa mula-mula.

Alkitab yang di tangan kita ditulis sejak tahun 1446 SM, dimulai dengan kitab Kejadian dan berakhir pada tahun 95 M, yaitu tahun ditulisnya kitab Wahyu oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos.

Alkitab kita terdiri dari 66 kitab dengan perincian; 39 kitab PL (Perjanjian Lama) dan 27 kitab PB (Perjanjian Baru). Kitab PL terdiri dari 926 pasal, dan kitab PB terdiri dari 260 pasal. Secara keseluruhan, Alkitab kita terdiri dari 1186 pasal. 1186 pasal tersebut juga terbagi dalam ayat-ayat yang jumlahnya mencapai 31.173 ayat!

Kitab-kitab PL ditulis dengan menggunakan bahasa Ibrani dengan sebagian kecil bahasa Aramik (Ezra 4:7-6:118; Ezra 7:12-26; Daniel 2:4-7:28), sedang kitab-kitab PB ditulis menggunakan bahasa Yunani.

 

Dalam perjalanan kita menjelajahi Alkitab, kita akan memulainya dari kita Perjanjian Baru (PB). Mengapa kita memulainya dari kitab PB disebabkan karena dengan PB lah kita dapat memahami dan menyingkapkan kebenaran Perjanjian Lama (PL).

Rasul Paulus berkata;      > 2 Korintus 3:14

“Seseorang tidak dapat memahami kebenaran jika hanya membaca PL tanpa disingkapkan oleh PB.”

Kitab PB yang pertama: Injil Matius.

Pengantar:

1)      Matius adalah salah satu dari ke-12 murid yang Tuhan pilih untuk menjadi Rasul-Nya. >Mat. 10:3; Mrk. 3:18; Luk. 6:15; Kis. 1:13.

2)      Matius tadinya seorang pemungut cukai. > Mat. 9:9.

3)      Matius berasal dari suku Lewi. > Luk. 5:27

4)      Matius anak Alfeus. > Mrk. 2:14

5)      Waktu ditulis;  >50 AD

6)      Tujuan surat:  >Orang Yahudi.

7)      Tema surat:  >Kedatangan Sang Raja!

8)      Matius mati sebagai martir, dibunuh dengan sebilah pedang di Etiophia. (Semakin dibabat semakin merambat).

Pembahasan

Matius pasal 1:1-25

 

  • Pentingnya silsilah Yesus Kristus__Karena rencana penyelamatan.
  • Silsilah Yesus lewat Daud, kokoh untuk “selama-lamanya”. ( 2 Sam. 7:10-16) Daud, orang yang sangat mengasihi Tuhan lebih dari dirinya sendiri (2 Sam. 6:10-12; Mzr. 62:2)
  • Dari keturunan Abraham (Kej. 22:18) Abraham,
  • Yesus = Iesous = Juruselamat.
  • Nubuatan Yesus => Keturunan Daud => Di kota Betlehem => Dari seorang perawan.
  • Nama-nama perempuan dalam silsilah Yesus:
  1. Tamar (Menantu Yehuda)
  2. Rahab (orang Yerikho-Kanaan)
  3. Rut (orang Moab)
  4. Batsyeba (Istri Uria)
  5. Maria (ibu yang melahirkan manusia Yesus)
  • Silsilah yang ditulis Matius dari garis Yusuf. Sedangkan yang ditulis Lukas dari garis Maria. (Luk. 3:23-38).
  • Menurut tradisi, Yusuf memiliki selisih umur yang sangat jauh dengan Maria.
  • Pentingnya kelahiran dari seorang perawan, bukan lewat hubungan badan:
  1. Rahim Maria dipakai untuk melahirkan Yesus dalam daging.
  2. Tanpa hubungan badan laki-laki dengan perempuan untuk membuatNya bukan keturunan manusia berdosa.
  3. Oleh Roh Kudus, untuk membawa keillahian Allah dalam Yesus.
  4. Jadi, Maria bukan Ibu Allah, Bunda Allah, tetapi Ibu Yesus.
  5. Yesus merupakan 100% manusia & 100% Allah.
  • Yesus berhak menjadi Juruselamat. => (Flp. 2:6-7; Ibr. 2:9; Rm. 5:18-19).

Created by: Ev. Tumbur LR

 

 

Pembahasan Matius pasal 2.

=> Terdiri dari 23 ayat.

Pengantar:

> Sedang terjadi sensus penduduk.

> Sensus telah mengalihkan perhatian penduduk, sehingga mereka tidak       menyadari kelahiran Raja segala Raja.

> Justru perhatian datang dari bangsa lain.

  1. Sejumlah orang Majus dari Timur (ayat 1-12)

=> Sebelah Timur? =>  Yes. 60:3 (Yesaya sudah melihat akan adanya orang-  orang Majus yang akan menemui bayi Yesus).

=> Bil. 24. (Kisah tentang nabi Bileam)

=> Orang Moab => Sekarang Yordania, di sebelah Timur Israel.

=> Bintang sempat hilang saat mendekati kota Yerusalem, karena sebuah       rombongan besar, maka dibawa bertemu pembesar negri, yakni Herodes.

=> Herodes tidak percaya pernyataan Firman, sehingga dia menyuruh orang Majus mencari sendiri. Tersirat ada niat buruk di hatinya.

=> Bintang terlihat lagi setelah mereka mulai meninggalkan istana Herodes.

=> Kemungkinan mereka tidak bertemu bayi Yesus di kandang domba, melainkan      di rumah.

=> Orang Majus bukan hanya 3 orang seperti dipikirkan kebanyakan orang.

=> Persembahan:

> Emas (Melambangkan kerajaan)

> Mur (Melambangkan obat / Pemulihan)

> Kemenyan (melambangkan ibadah yang harum / kesetiaan pada Tuhan)

=> Orang Majus kembali melalui jalan lain yang menyebabkan kemarahan       Herodes.

  1. Penyingkiran Yusuf, Maria dan bayi Yesus ke Mesir (ayat 13-15)

=> Menyingkir malam itu juga sampai Herodes mati.

=> Hosea 11:1 (Seolah-olah berbicara tentang Ismael, tetapi sebenarnya        menunjuk kepada Yesus).

  1. Pembunuhan anak-anak bayi di Betlehem ( ayat 16-18)

=> Herodes merasa tertipu oleh orang Majus.

=> Herodes bunuh bayi 2 tahun ke bawah, diperkirakan dari kedatangan orang               Majus sampai kepergian mereka yang tanpa pemberitahuan. (conf: ayat 7)

=> Allah tidak adil?  >Mereka pantas mendapatkannya (Yoh. 1:10).

=> Mereka sudah diberitahu (Mikha 5:1)

=> Mereka telah lalai / dialihkan perhatiannya.

=> Bayi-bayi itu masuk surga. (1 Yoh. 2:2; Ibr. 2:9)

  1. Kembali dari Mesir ( ayat 19-23)

=> Setelah beberapa waktu kemudian Herodes mati.

Anak Herodes Agung:

> Arkhelaus (Yudea)

> Antipas (Galiea dan Perea)

> Filipus

=> Herodes Arkhelaus temperamennya mirip ayahnya.

=> Dari Mesir tidak ke Betlehem lagi, tapi ke Nazaret di Galilea.

=> Akhirnya hal ini menjadi sandungan bagi para ahli Taurat dan banyak bangsa          Yahudi, dan Matius berusaha membuktikan kebenaran.

Pembahasan Matius pasal 3

=> Terdiri dari 17 ayat.

Pengantar:

=> Yohanes, orang yang sangat penting, yang kelahirannya diberitahukan oleh          malaikat (Luk. 1:5-25).

=> Yohanes sebagai tanda peralihan ibadah / patokan berakhirnya masa nabi dan       HT (Maleakhi 4:5-8; Mat. 11:13-14; Yoh. 4:19-26)

=> Yohanes adalah Elia yang dijanjikan, jika orang Yahudi berpatokan pada kitab         suci, mereka akan bisa melihat Elia dalam diri Yohanes. (2 Raja-raja 1:7-8).

=> Karena penolakan itu, maka Yohanes tetap Yohanes, yaitu Yohanes           pembaptis.

Yohanes membaptis dengan air.

=> Baptisan => Baptizo => arti dasarnya dicelupkan ke dalam air.

=> Baptisan air => Tanda pertobatan.

Yesus Kristus => Membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api.

=> Dengan => Eis (preposisi) => ke dalam.

– Ke dalam Roh Kudus             – Ke dalam api

=> Injil pertama diberitakan oleh Yohanes pembaptis (Mrk. 1:1-8; Yoh. 1:29).

=> Yohanes menyerukan bertobat – percaya pada Injil Yesus – memberikan diri         untuk dibaptis.

=> Baptisan => Gambaran Injil.

Mati dikuburkan – Bangkit bersama Yesus Kristus (inti Injil).

Mengaku orang berdosa – Percaya pada pengorbanan Yesus

Yesus dibaptis.

=> Penggenapan kehendak Allah.

=> Kehendak Allah adalah menghadirkan Injil keselamatan kepada manusia (1            Tim. 2:3).

=> Kesalahan konsep baptisan.

1)    Batisan tidak perlu dilaksanakan lagi (Hyper dispensationalism)  > 1 Kor. 1:17.

=> Rasul Paulus tidak memonopoli membaptis orang yang dimenangkannya, tapi dia mengkader pelayan-pelayan lain.

=> Setelah dari Korintus, ternyata Paulus membaptis lagi 12 orang (Kis. 19:1-7)

=> Amanat Agung > Sampai akhir zaman.

2)    Baptisan tidak harus diselam. (Liberal) > Air sungai Yordan cuma selutut.

=> Yosua tidak bisa menyeberangi sungai Yordan.

=> Arti kata Baptizo adalah dicelupkan. Dipercik > Rantizo.

=> Maknanya melambangkan Injil Yesus Kristus (Mati-dikuburkan-dibangkitkan).

3)    Baptisan dilaksanakan oleh siapa saja. (Successful businesssman fellowship).

=> Tuhan Yesus mendirikan Jemaat (Mat. 16:18)

=> Jemaat mengirim utusan untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid.

=> Batisan dilaksanakan atas nama jemaat lokal yang alkitabiah.

Baptisan adalah untuk menjadi murid / jemaat. Tidak untuk jaminan ke surga, tidak untuk mendapatkan Roh Kudus (Kis. 2:41; Ef. 11:13-14).

=> Orang yang sakit di RS tidak butuh baptisan, dia butuh Injil. Orang di RS tidak mungkin menjadi murid, karena menjadi murid harus ada proses belajar mengajar (Mat. 28:19-20), sementara orang sakit berbaring di RS, tidak mungkin dimuridkan dalam jemaat lokal, kecuali setelah dia sembuh. Baptisan adalah untuk menjadi bagian dari Tubuh Tuhan, yakni jemaat lokal.

=> Roh Kudus tidak bisa kita suruh-suruh atau perintah, Dia adalah Roh Allah, Dia datang ketika Dia mau untuk datang. Tidak benar seseorang dilahirkan kembali dalam Roh Kudus ketika dia dibaptiskan. Kisah Yesus dibaptis adalah penggenapan akan perkenanan Allah kepada Yesus sebagai tebusan untuk Injil. Yesus sudah memiliki Roh Kudus sejak dalam kandungan karena Yesus tidak berdosa. Berbeda dengan manusia yang semuanya dilahirkan dalam dosa.

Orang yang belum melakukan baptisan yang alkitabiah sebenarnya belum menggenapi seluruh kehendak Allah. Seorang Kristen yang bijak memilih untuk dibenarkan oleh Firman Allah, bukan mencari pembenaran atas apa yang dilakukannya.

Pembahasan Matius pasal 4.

 

Terdiri dari 25 ayat.

Pengantar:

“Setelah Yesus dinyatakan di hadapan umum sebagai Anak Manusia yang diutus Allah sebagai Mesias / Kristus / Yang diurapi, dimulailah pengujian atas kemesiasanNya.”

Pencobaan di padang gurun

A. Roh Allah yang membawa Yesus ke padang gurun

a. Untuk menunjukkan kelayakanNya sebagai Juruselamat

b. Sebagai andalan Allah untuk menyelesaikan tugas penyelamatan

B. Yesus puasa

a. Yesus puasa makan, bukan minum (ay. 2)

b. Puasa 40 hari 40 malam > Pengkondisian kebutuhan manusia yang                       paling dasar.

c. Ibadah simbolik vs ibadah hakekat (Ibr. 10:1; Luk. 16:16)

C. 3 jenis pencobaan

a. Mengubah batu jadi roti (Ul. 8:3) > pencobaan jasmani

b. Menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah (Maz. 91:11-12 ; Ul. 6:16)                                    > Pencobaan duniawi

c. Menyembah Iblis (Ul. 6:13) > Pencobaan materi

D. Hikmah dari pencobaan Tuhan Yesus

a. Iblis tahu banyak kelemahan manusia

b. Iblis banyak hapal ayat-ayat Alkitab

c. Cara iblis selalu dengan menawarkan hal-hal duniawi

d. Kita harus banyak memahami Alkitab

e. Kita harus tetap waspada karena Iblis tidak pernah menyerah (Luk.           4:13)

Yesus tampil di galilea

A. Yohanes Pembaptis telah ditangkap, utusan Allah untuk membuka jalan bagi kedatangan Juruselamat manusia telah ditangkap sebagai tanda penolakan.

B. Kapernaum tanah Zebulon dan Naftali (Yes. 8:23-9:1) Tuhan Yesus pertama kali pelayanan di Kapernaum di wilayah Galilea.

Yesus memanggil murid-murid

A. Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes > Awalnya mereka ikut Yesus secara part time (paruh waktu).

a. Karena pelayanan Yesus baru dimulai

b. Karena Petrus punya istri dan belum bisa ditinggal

B. Akhirnya mereka menjadi pelayan full time (Sepenuh waktu) (Luk. 5:1-11)

a. Pelayanan Yesus sudah meluas

b. Pihak-pihak keluarga telah mengijinkan

Yesus mengajar dan menyembuhkan

A. Yesus mengajarkan Injil keselamatan

B. Yesus menunjukkan kuasa ke-MesiasanNya (Yes. 35:3-6; Mat. 11:2-5)

C. Barangsiap bukan Mesias atau yang diutus langsung oleh Mesias, tidak diberikan bahkan tidak memerlukan kuasa ke-Mesiasan.

a. Banyak orang-orang yang mengklaim memiliki kuasa itu bahkan mencari-carinya. (Kis. 8:18-24)

b. Firman Tuhan banyak menubuatkan hal itu. (Mat. 7:15-23; Mat. 24:5, 244-25; 1 Tes. 2:9-12).

Pembahasan Matius pasal 5.

 

Terdiri dari 48 ayat.

Pengantar:

“Setelah Yesus mengumpulkan murid-muridNya yang pertama, dan memulai pelayananNya, dimulailah penyiaran kabar baik kepada masyarakat umum secara global.”

Ucapan bahagia ( ayat 1-12)

A. Sikap hati (ayat 3-5)

1. Miskin

2. Berdukacita

3. Lemah lembut

B. Karakter (ayat 6-9)

  1. Lapar dan haus akan kebenaran
  1. Murah hati
  1. Suci hati
  1. Pembawa damai

C. Kesetiaan (Ayat 10-12)

  1. Dianiaya karena kebenaran (ayat 10)
  1. Dicela, dianiaya dan difitnah (ayat 11)

Garam dunia dan terang dunia (ayat 13-16)

A. Garam ( Perasa, Pengawet) Sangat dibutuhkan untuk mencegah pembusukan.

B. Terang (Memperlihatkan yang tersembunyi) Sangat dibutuhkan untuk mencegah kesesatan.

Yesus dan Hukum Taurat (ayat 17-48)

A. Kedatangan Yesus untuk menggenapi Hukum Taurat, bukan meniadakan. Jadi ibadah simbolik sudah tidak dipakai lagi. (ayat 17-19).

B. Yang masih melakukan ibadah simbolik, tidak masuk sorga (ayat 20)

C. Yang dituntut sekarang ini adalah kesucian hati (ayat 21-48)

1. Jangan membunuh (ayat 21-26)

Berhubungan dengan titah ke-6. Tetapi dalam ibadah hakekat, tiap-tiap perbuatan yang menghasilkan dosa, akan mendapat hukuman di neraka.

2. Jangan berzinah (ayat 27-30)

Berhubungan dengan titah ke-7. Tetapi dalam ibadah hakekat, setiap dosa yang berhubungan dengan zinah, telah menempatkan dirinya di bawah hukuman.

3. jangan mencuri (ayat 31-32)

Berhubungan dengan titah ke-8. Menceraikan otomatis membuatnya menjadi mencuri, karena menceraikan disebabkan karena dia melihat ada yang lebih baik yang diingininya dari yang dimilikinya.

4. Jangan bersumpah palsu (ayat 33-37)

Berhubungan dengan titah ke-9. Tetapi dalam ibadah hakekat, supah tidak lagi diberlakukan.

5. Jangan mengingini milik orang lain (ayat 38-42)

Berhubungan dengan titah ke-10. Tetapi dalam ibadah hakekat, justru harus memberi lebih banyak lagi.

6. Hendaklah mengasihi. (ayat 43-48)

Berhubungan dengan titah ke-1-5. Tetapi dalam ibadah hakekat, kasih Allah nyata dalam segala hal. Yakni, mengasihi tanpa melihat orang.

Pembahasan Matius pasal 6.

Terdiri dari 34 ayat.

Pengantar: “Pasal ini merupakan lanjutan atau rangkaian dari khotbah Tuhan Yesus di atas bukit, tetapi berbicara berhubungan dengan apa yang harus dipahami dan dilakukan oleh orang percaya.”

Hal memberi sedekah (ayat 1-4)

1. Sejak Yohanes Pembaptis menunjuk Yesus sebagai Mesias, yaitu Anak Domba Allah yang akan menebus dosa dunia, maka sesungguhnya Dia telah memulai suatu era baru, sebuah dispensasi  yang baru.

2. Menyembah secara lahiriah sudah berakhir dan beralih ke dalam ibadah hakekat.

3. Tuhan mau kita beribadah secara hati, bukan secara postur tubuh dan        sebagainya.

4. Jika mau dihargai Allah, memberi sedekah tidak perlu dilihat oleh mata. Biarlah        Allah yang menilainya dari hati kita.

5. Penyimpangan: Lelang, pencatatan nama, dll.

Hal berdoa (ayat 5-15)

1. Tuhan Yesus mengubah cara berdoa. Bukan lagi merupakan ritual ibadah jasmaniah, tetapi masalah hubungan/ekspresi hati kita dengan Allah. Kita bisa berdoa dengan pikiran kita, apa yang sedang kita pikirkan, kita komunikasikan kepada Tuhan.

2. Doa Bapa kami, merupakan bagan doa.

3. Penyimpangan: Ke bukit doa, goa doa, menara doa.

Hal berpuasa (ayat 16-18)

1. Murid Yesus tidak berpuasa secara ibadah Mat. 9:14

2. Puasa yang benar 2 Kor. 11:27

Hal mengumpulkan harta (ayat 19-24)

1. Yesus mengajar manusia untuk memahami apa itu pemberhalaan secara esensi. Yaitu melalui mata turun ke hati.

Hal kekuatiran (ayat 25-34)

1. Yesus menjelaskan apa yang harusnya paling manusia kuatirkan, sehingga manusia tidak tertipu.

Created by: Ev. Tumbur LR

 

Pembahasan Matius pasal 6.

Terdiri dari 34 ayat.

Pengantar: “Pasal ini merupakan lanjutan atau rangkaian dari khotbah Tuhan Yesus di atas bukit, tetapi berbicara berhubungan dengan apa yang harus dipahami dan dilakukan oleh orang percaya.”

Hal memberi sedekah (ayat 1-4)

1. Sejak Yohanes Pembaptis menunjuk Yesus sebagai Mesias, yaitu Anak Domba Allah yang akan menebus dosa dunia, maka sesungguhnya Dia telah memulai suatu era baru, sebuah dispensasi  yang baru.

2. Menyembah secara lahiriah sudah berakhir dan beralih ke dalam ibadah hakekat.

3. Tuhan mau kita beribadah secara hati, bukan secara postur tubuh dan        sebagainya.

4. Jika mau dihargai Allah, memberi sedekah tidak perlu dilihat oleh mata. Biarlah        Allah yang menilainya dari hati kita.

5. Penyimpangan: Lelang, pencatatan nama, dll.

Hal berdoa (ayat 5-15)

1. Tuhan Yesus mengubah cara berdoa. Bukan lagi merupakan ritual ibadah jasmaniah, tetapi masalah hubungan/ekspresi hati kita dengan Allah. Kita bisa berdoa dengan pikiran kita, apa yang sedang kita pikirkan, kita komunikasikan kepada Tuhan.

2. Doa Bapa kami, merupakan bagan doa.

3. Penyimpangan: Ke bukit doa, goa doa, menara doa.

Hal berpuasa (ayat 16-18)

1. Murid Yesus tidak berpuasa secara ibadah Mat. 9:14

2. Puasa yang benar 2 Kor. 11:27

Hal mengumpulkan harta (ayat 19-24)

1. Yesus mengajar manusia untuk memahami apa itu pemberhalaan secara esensi. Yaitu melalui mata turun ke hati.

Hal kekuatiran (ayat 25-34)

1. Yesus menjelaskan apa yang harusnya paling manusia kuatirkan, sehingga manusia tidak tertipu.

 

 

Pembahasan Matius pasal 7

 

Terdiri dari 29 ayat.

Pengantar: Pasal ini adalah akhir dari lanjutan khotbah Tuhan Yesus di bukit, berbicara tentang beberapa hal lagi mengenai praktikal dalam kehidupan manusia.

  • Hal menghakimi

1. Penghakiman yang kamu pakai

2. Ukuran yang kamu pakai

> Penghakiman dan ukuran harus dengan Firman Tuhan.

> Bukan dengan pengalaman atau sesuatu yang subjektif.

  • Hal yang kudus dan berharga

> Anjing tidak mengerti barang yang kudus

Kadang, dalam memberitakan Injil, kita menemukan orang yang mengejek dan     mengolok. Tidak ada sedikit pun pikirannya diarahkan kepada kebenaran.

> Babi tidak mengerti mutiara yang berharga

Jikalau orang, tidak dapat melihat kemuliaan yang Allah berikan melalui berita Injil            keselamatan, dia bagaikan babi yang tidak mengerti apa itu mutiara. Jangankan       menerima Injil, mendengar penjelasan Injil pun dia enggan.

  • Hal pengabulan doa

> Minta, cari, ketok. = Tuhan memberikan hukum normatif dari jawaban doa.

> Mungkin ada orang yang berkata; “Mengapa ada orang yang meminta tapi tidak           diberi?” ada banyak faktor lain yang menyebabkan hal itu. Walau ada anak-anak      yang meminta pada orang tuanya tetapi tidak diberi, tetap dianjurkan untuk                meminta terus.

  • Jalan yang benar

> Tuhan mengajarkan sebuah tindakan aktif, bukan pasif.

  • Hal pengajaran sesat

> Waspada adalah suatu bentuk imperatif atau perintah.

> Sekilas mereka adalah pelayan dan orang Kristen yang baik.

> Mengenalnya dari kualitas ajarannya. (Buah yang baik, bukan yang banyak)

> Bernubuat, mengusir setan, melakukan mujizat dalam nama Yesus. (cirinya)

  • Dua macam dasar

> Ajaran tentang sikap seseorang terhadap Alkitab.

> Orang yang melandaskan seluruh rencana hidupnya, adalah orang bijak.

 

 

Created by: Ev. Tumbur LR

 

Pembahasan Matius pasal 7

 

Terdiri dari 29 ayat.

Pengantar: Pasal ini adalah akhir dari lanjutan khotbah Tuhan Yesus di bukit, berbicara tentang beberapa hal lagi mengenai praktikal dalam kehidupan manusia.

  • Hal menghakimi

1. Penghakiman yang kamu pakai

2. Ukuran yang kamu pakai

> Penghakiman dan ukuran harus dengan Firman Tuhan.

> Bukan dengan pengalaman atau sesuatu yang subjektif.

  • Hal yang kudus dan berharga

> Anjing tidak mengerti barang yang kudus

Kadang, dalam memberitakan Injil, kita menemukan orang yang mengejek dan     mengolok. Tidak ada sedikit pun pikirannya diarahkan kepada kebenaran.

> Babi tidak mengerti mutiara yang berharga

Jikalau orang, tidak dapat melihat kemuliaan yang Allah berikan melalui berita Injil            keselamatan, dia bagaikan babi yang tidak mengerti apa itu mutiara. Jangankan       menerima Injil, mendengar penjelasan Injil pun dia enggan.

  • Hal pengabulan doa

> Minta, cari, ketok. = Tuhan memberikan hukum normatif dari jawaban doa.

> Mungkin ada orang yang berkata; “Mengapa ada orang yang meminta tapi tidak           diberi?” ada banyak faktor lain yang menyebabkan hal itu. Walau ada anak-anak      yang meminta pada orang tuanya tetapi tidak diberi, tetap dianjurkan untuk                meminta terus.

  • Jalan yang benar

> Tuhan mengajarkan sebuah tindakan aktif, bukan pasif.

  • Hal pengajaran sesat

> Waspada adalah suatu bentuk imperatif atau perintah.

> Sekilas mereka adalah pelayan dan orang Kristen yang baik.

> Mengenalnya dari kualitas ajarannya. (Buah yang baik, bukan yang banyak)

> Bernubuat, mengusir setan, melakukan mujizat dalam nama Yesus. (cirinya)

  • Dua macam dasar

> Ajaran tentang sikap seseorang terhadap Alkitab.

> Orang yang melandaskan seluruh rencana hidupnya, adalah orang bijak.

 

 

Created by: Ev. Tumbur LR

 

Pembahasan Matius pasal 8:

Terdiri dari 34 ayat.

Pengantar: Setelah Yesus menyelesaikan khotbahNya dari atas bukit, Dia pergi dari sana menuju ke Kapernaum.

  • Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (ayat 1-4)

> Kusta dalam PL melambangkan/menyimbolkan kutukan.

> Kejadian ini menunjukkan keadaan manusia yang terkutuk dan Tuhan mentahirkan manusia. (Gal. 3:13)

  • Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (ayat 5-13)

> Perwira itu bukan orang Yahudi.

> Perwira itu memberikan perhatian terhadap apa yang terjadi.

  • Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (ayat 14-17)

> Petrus menikah (Katolik mengatakan tidak) (1 Kor. 9:5)

> Mesias datang dengan kuasa-kuasa sebagai bukti. (Yes. 35:5-6)

  • Hal mengikut Yesus (ayat 18-22)

> Mengikut Yesus bukan sekedar kata-kata atau kekaguman.

> Mengikut Yesus tidak dihalangi oleh hal-hal dunia ini.

  • Angin ribut diredakan (ayat 23-27)

> DIA bukan sekedar tabib untuk sakit-penyakit, tapi juga berkuasa atas alam semesta.

  • Dua orang yang kerasukan disembuhkan (ayat 28-34)

> Iblis pun tidak akan melakukan sesuatu tanpa ijin Tuhan.

> Iblis itu jumlahnya banyak, sekitar 2000 ekor. Betapa sengsaranya orang yang dirasuki itu.

> Tuhan ijinkan iblis merasuki babi-babi itu untuk membuktikan bahwa manusia jauh lebih berharga dari babi-babi.

 

Created by: Ev. Tumbur LR

Pembahasan Matius pasal 8:

Terdiri dari 34 ayat.

Pengantar: Setelah Yesus menyelesaikan khotbahNya dari atas bukit, Dia pergi dari sana menuju ke Kapernaum.

  • Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (ayat 1-4)

> Kusta dalam PL melambangkan/menyimbolkan kutukan.

> Kejadian ini menunjukkan keadaan manusia yang terkutuk dan Tuhan mentahirkan manusia. (Gal. 3:13)

  • Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum (ayat 5-13)

> Perwira itu bukan orang Yahudi.

> Perwira itu memberikan perhatian terhadap apa yang terjadi.

  • Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (ayat 14-17)

> Petrus menikah (Katolik mengatakan tidak) (1 Kor. 9:5)

> Mesias datang dengan kuasa-kuasa sebagai bukti. (Yes. 35:5-6)

  • Hal mengikut Yesus (ayat 18-22)

> Mengikut Yesus bukan sekedar kata-kata atau kekaguman.

> Mengikut Yesus tidak dihalangi oleh hal-hal dunia ini.

  • Angin ribut diredakan (ayat 23-27)

> DIA bukan sekedar tabib untuk sakit-penyakit, tapi juga berkuasa atas alam semesta.

  • Dua orang yang kerasukan disembuhkan (ayat 28-34)

> Iblis pun tidak akan melakukan sesuatu tanpa ijin Tuhan.

> Iblis itu jumlahnya banyak, sekitar 2000 ekor. Betapa sengsaranya orang yang dirasuki itu.

> Tuhan ijinkan iblis merasuki babi-babi itu untuk membuktikan bahwa manusia jauh lebih berharga dari babi-babi.

Pembahasan Matius pasal 9:

Terdiri dari 38 ayat.

Pengantar: Setelah Yesus ditolak di seberang Danau Galilea, tepatnya di daerah Gadara/Gerasa, Yesus kembali ke kotaNya di Kapernaum dan melanjutkan pelayananNya ke kampung-kampung dan kota-kota di Galilea.

  • Orang lumpuh disembuhkan (ayat 1-8)

> Yesus kembali ke kampungNya di Kapernaum (pasal 4:13)

> Yesus menyuruh orang lumpuh itu untuk percaya bahwa dosanya sudah diampuni. Menyembuhkan hanyalah tanda mesias.

  • Matius pemungut cukai mengikut Yesus (ayat 9-13)

> Di dalam Markus dan Lukas ada tambahan bahwa Matius ini seorang Lewi.

> Di bangsa Yahudi, posisi pemungut cukai dianggap penjajah masyarakat.

> Yang Tuhan kehendaki adalah ibadah yang tulus bukan kemunafikan.

  • Hal berpuasa (ayat 14-17)

> Yesus mengajarkan suatu kebenaran tentang berpuasayang baru.

> Peralihan sistem ibadah dari simbolik kepada hakekat.

  • Anak kepala rumah ibadat yang sakit pendarahan (ayat 18-26)

> Di dalam Lukas dia bernama Yairus.

> Pembuktian kemesiasan Yesus.

  • Yesus menyembuhkan mata dua orang buta (ayat 27-31)

> Dari pernyataannya kedua orang buta itu percaya Yesus adalah Mesias.

> Banyak hal yang dinubuatkan tentang Mesias yang belum tergenapi.

  • Seorang bisu disembuhkan (ayat 32-34)

> Ketika iri hati muncul, kebenaran tidak akan pernah ditemukan.

  • Belas kasihan Yesus terhadap orang banyak (ayat 35-38)

> Yesus mengajarkan Injil Kerajaan Sorga sebagai bentuk belas kasihanNya.

> Yesus juga mengajak orang yang terbeban dan berbelas kasihan terhadap orang-orang yang belum bertobat dan diselamatkan.

 

Created by: Ev. Tumbur LR

Pembahasan Matius pasal 9:

Terdiri dari 38 ayat.

Pengantar: Setelah Yesus ditolak di seberang Danau Galilea, tepatnya di daerah Gadara/Gerasa, Yesus kembali ke kotaNya di Kapernaum dan melanjutkan pelayananNya ke kampung-kampung dan kota-kota di Galilea.

  • Orang lumpuh disembuhkan (ayat 1-8)

> Yesus kembali ke kampungNya di Kapernaum (pasal 4:13)

> Yesus menyuruh orang lumpuh itu untuk percaya bahwa dosanya sudah diampuni. Menyembuhkan hanyalah tanda mesias.

  • Matius pemungut cukai mengikut Yesus (ayat 9-13)

> Di dalam Markus dan Lukas ada tambahan bahwa Matius ini seorang Lewi.

> Di bangsa Yahudi, posisi pemungut cukai dianggap penjajah masyarakat.

> Yang Tuhan kehendaki adalah ibadah yang tulus bukan kemunafikan.

  • Hal berpuasa (ayat 14-17)

> Yesus mengajarkan suatu kebenaran tentang berpuasayang baru.

> Peralihan sistem ibadah dari simbolik kepada hakekat.

  • Anak kepala rumah ibadat yang sakit pendarahan (ayat 18-26)

> Di dalam Lukas dia bernama Yairus.

> Pembuktian kemesiasan Yesus.

  • Yesus menyembuhkan mata dua orang buta (ayat 27-31)

> Dari pernyataannya kedua orang buta itu percaya Yesus adalah Mesias.

> Banyak hal yang dinubuatkan tentang Mesias yang belum tergenapi.

  • Seorang bisu disembuhkan (ayat 32-34)

> Ketika iri hati muncul, kebenaran tidak akan pernah ditemukan.

  • Belas kasihan Yesus terhadap orang banyak (ayat 35-38)

> Yesus mengajarkan Injil Kerajaan Sorga sebagai bentuk belas kasihanNya.

> Yesus juga mengajak orang yang terbeban dan berbelas kasihan terhadap orang-orang yang belum bertobat dan diselamatkan.

Pembahasan Matius Pasal 10:

Terdiri dari 42 ayat.

Pengantar: Setelah Yesus menyelesaikan rangkaian pelayanan perdanaNya, Yesus akhirnya mengutus kedua belas murid-muridNya yang disebut Rasul untuk menjadi perpanjangan tanganNya dalam menyelamatkan jiwa-jiwa manusia yang berdosa.

  • Yesus memanggil kedua belas rasul (ay. 1-4)

> Kedua belas rasul diberi kuasa sebagai tanda kerasulan.

> Rasul-rasul dikelompokkan berdua-dua.

  • Yesus mengutus kedua belas rasul (ay. 5-15)

> Rasul adalah perpanjangan tangan Tuhan Yesus

> Tugas utama mereka adalah memberitakan Injil

> Mereka pergi tanpa bekal (Go not comission)

> Dalam lingkup plan A.

  • Penganiayaan yang akan datang (ay. 16-33)

> Para rasul harus siap teraniaya

> Para rasul harus bijaksana

> Para penganiaya diidentikkan dengan Iblis dalam plan A

> Nasihat untuk tidak kuatir

> Janji penyertaan Tuhan

  • Yesus membawa pemisahan bagaimana mengikut Yesus (ay. 4-42)

> Kebenaran memisahkan, kompromi menyatukan

> Pesan untuk memakai seluruh hidup kita untuk Tuhan

 

Created by: Ev. Tumbur LR

 

 

Pembahasan Matius Pasal 10:

Terdiri dari 42 ayat.

Pengantar: Setelah Yesus menyelesaikan rangkaian pelayanan perdanaNya, Yesus akhirnya mengutus kedua belas murid-muridNya yang disebut Rasul untuk menjadi perpanjangan tanganNya dalam menyelamatkan jiwa-jiwa manusia yang berdosa.

  • Yesus memanggil kedua belas rasul (ay. 1-4)

> Kedua belas rasul diberi kuasa sebagai tanda kerasulan.

> Rasul-rasul dikelompokkan berdua-dua.

  • Yesus mengutus kedua belas rasul (ay. 5-15)

> Rasul adalah perpanjangan tangan Tuhan Yesus

> Tugas utama mereka adalah memberitakan Injil

> Mereka pergi tanpa bekal (Go not comission)

> Dalam lingkup plan A.

  • Penganiayaan yang akan datang (ay. 16-33)

> Para rasul harus siap teraniaya

> Para rasul harus bijaksana

> Para penganiaya diidentikkan dengan Iblis dalam plan A

> Nasihat untuk tidak kuatir

> Janji penyertaan Tuhan

  • Yesus membawa pemisahan bagaimana mengikut Yesus (ay. 4-42)

> Kebenaran memisahkan, kompromi menyatukan

> Pesan untuk memakai seluruh hidup kita untuk Tuhan

Pembahasan Matius Pasal 11:

Terdiri dari 30 ayat.

Pengantar: Tuhan Yesus akhirnya berjalan pelayanan sendirian untuk sementara, karena kedua belas murid-Nya telah pergi berdua-dua ke kota-kota yang hendak mereka peringatkan akan kerajaan sorga.

  • Yesus dan Yohanes Pembaptis (ayat 2-19)

> Yohanes Pembaptis sebelumnya dipenjarakan, makanya Yesus menyingkir ke Kapernaum.

> Yohanes mendengar apa yang dilakukan Yesus dan mengutus muridnya menemui Yesus.

> Jawaban Yesus atas pertanyaan Yohanes Pembaptis. (Yes. 35:5-6; Mat. 24:4-6)

> Penjelasan Yesus tentang Yohanes Pembaptis.

  • Yesus mengecam beberapa kota (ayat 20-24)

> Khorazim

> Betsaida

> Kapernaum

> Kota-kota tersebut lebih dekat dengan tiang penopang dan dasar kebenaran, mereka medapat kebenaran lebih banyak juga.

> Semua orang akan dihukum menurut tingkat kesalahannya.

  • Ajakan Juruselamat (ayat 25-31)

> Tuhan memanggil orang untuk bertobat dan percaya.

> Allah melihat kerendahan hati, yang merasa miskin dan lemah di hadapan Tuhan.

> Ajaran kebenaran itu ringan jika kita melihat Tuhan yang menyertai kita.

 

Created by: Ev. Tumbur LR

Pembahasan Matius Pasal 11:

Terdiri dari 30 ayat.

Pengantar: Tuhan Yesus akhirnya berjalan pelayanan sendirian untuk sementara, karena kedua belas murid-Nya telah pergi berdua-dua ke kota-kota yang hendak mereka peringatkan akan kerajaan sorga.

  • Yesus dan Yohanes Pembaptis (ayat 2-19)

> Yohanes Pembaptis sebelumnya dipenjarakan, makanya Yesus menyingkir ke Kapernaum.

> Yohanes mendengar apa yang dilakukan Yesus dan mengutus muridnya menemui Yesus.

> Jawaban Yesus atas pertanyaan Yohanes Pembaptis. (Yes. 35:5-6; Mat. 24:4-6)

> Penjelasan Yesus tentang Yohanes Pembaptis.

  • Yesus mengecam beberapa kota (ayat 20-24)

> Khorazim

> Betsaida

> Kapernaum

> Kota-kota tersebut lebih dekat dengan tiang penopang dan dasar kebenaran, mereka medapat kebenaran lebih banyak juga.

> Semua orang akan dihukum menurut tingkat kesalahannya.

  • Ajakan Juruselamat (ayat 25-31)

> Tuhan memanggil orang untuk bertobat dan percaya.

> Allah melihat kerendahan hati, yang merasa miskin dan lemah di hadapan Tuhan.

> Ajaran kebenaran itu ringan jika kita melihat Tuhan yang menyertai kita.

Pembahasan Matius pasal 12:

 

Terdiri dari 50 ayat.

Pengantar: Yesus sudah kembali bersama-sama dengan muridmurid-Nya setelah mereka pulang dari kota-kota mereka.

  • Murid-murid memetik gandum pada hari Sabat (ayat 1-8)

> Penting untuk memahami ayat sebelumnya di pasal 11:13.

> Sabat ditetapkan oleh Tuhan sesuai dengan ibadah simbolik. Allah menetapkan 1 hari untuk beribadah kepada Tuhan, sebagai simbol dari kepatuhan/hormat kepada Tuhan.

> Kebaktian hari Minggu, bukan sabat? (Ibr. 10:1; Yoh. 5:18; Kis. 20:7; 1 Kor. 16:2)

> Yesus melebihi Bait Allah dan hari Sabat (Mat. 12:6,8)

  • Yesus menyembuhkan pada hari Sabat (ayat 9-15a)

> Tuhan mengajarkan bagaimana manusia harus menghargai jiwa lebih dari materi.

> Orang Farisi hanya mempertahankan kehormatan mereka, bukan karena kebenaran.

  • Yesus Hamba Tuhan (ayat 15b-21)

> Yesus memberi bukti bahwa Dia adalah hamba Tuhan yang sejati.

  • Yesus dan Beelzebul (ayat 22-37)

> Penolakan terhadap Yesus masih diberi kesempatan, tetapi penolakan RK di hari Pentakosta, tidak adapengampunan.

> Jika wahyu yang sampai kepada seseorang sudah penuh dan dia tetap menolaknya, maka tidak ada lagi cara untuk memenangkannya.

  • Tanda Yunus ( ayat 38-42)

> Orang Farisi minta tanda padahal sudah nyata di depan mereka.

> Yang sekarang buat mujizat membuktikan dirinya anti Kristus.

  • Kembalinya Roh jahat ( ayat 43-45)

> Jikalau seseorang tidak ingin diganggu oleh roh jahat, orang tersebut harus bertobat dan mengundang Roh Kudus untuk tinggal di hatinya.

  • Yesus dan sanak saudara-Nya (ayat 46-50)

> Yesus mengajarkan tentang persaudaraan secara rohani

> Saudara seiman lebih kuat ikatannya dari saudara secara jasmani

 

 

I danauCreated by: Ev. Tumbur LR

 

 

Pembahasan Matius pasal 12:

 

Terdiri dari 50 ayat.

Pengantar: Yesus sudah kembali bersama-sama dengan muridmurid-Nya setelah mereka pulang dari kota-kota mereka.

  • Murid-murid memetik gandum pada hari Sabat (ayat 1-8)

> Penting untuk memahami ayat sebelumnya di pasal 11:13.

> Sabat ditetapkan oleh Tuhan sesuai dengan ibadah simbolik. Allah menetapkan 1 hari untuk beribadah kepada Tuhan, sebagai simbol dari kepatuhan/hormat kepada Tuhan.

> Kebaktian hari Minggu, bukan sabat? (Ibr. 10:1; Yoh. 5:18; Kis. 20:7; 1 Kor. 16:2)

> Yesus melebihi Bait Allah dan hari Sabat (Mat. 12:6,8)

  • Yesus menyembuhkan pada hari Sabat (ayat 9-15a)

> Tuhan mengajarkan bagaimana manusia harus menghargai jiwa lebih dari materi.

> Orang Farisi hanya mempertahankan kehormatan mereka, bukan karena kebenaran.

  • Yesus Hamba Tuhan (ayat 15b-21)

> Yesus memberi bukti bahwa Dia adalah hamba Tuhan yang sejati.

  • Yesus dan Beelzebul (ayat 22-37)

> Penolakan terhadap Yesus masih diberi kesempatan, tetapi penolakan RK di hari Pentakosta, tidak adapengampunan.

> Jika wahyu yang sampai kepada seseorang sudah penuh dan dia tetap menolaknya, maka tidak ada lagi cara untuk memenangkannya.

  • Tanda Yunus ( ayat 38-42)

> Orang Farisi minta tanda padahal sudah nyata di depan mereka.

> Yang sekarang buat mujizat membuktikan dirinya anti Kristus.

  • Kembalinya Roh jahat ( ayat 43-45)

> Jikalau seseorang tidak ingin diganggu oleh roh jahat, orang tersebut harus bertobat dan mengundang Roh Kudus untuk tinggal di hatinya.

  • Yesus dan sanak saudara-Nya (ayat 46-50)

> Yesus mengajarkan tentang persaudaraan secara rohani

> Saudara seiman lebih kuat ikatannya dari saudara secara jasmani

Pembahasan Matius pasal 13:

 

Terdiri dari 58 ayat.

Pengantar:  “Setelah Yesus menyatakan siapa yang merupakan saudara-Nya dan ibu-Nya, Yesus keluar dan mengajar kembali di tepi danau. Orang banyak terus mengikutinya.”

  • Perumpamaan tentang seorang penabur (ayat 1-23)

> Kunci untuk memahami perumpamaan Tuhan Yesus ada pada ayat 11.

> Rahasia = Misteri = tentang Jemaat lokal.

> Yang mempunyai akan diberi, yang tidak mempunyai akan diambil.

  • Perumpamaan tentang lalang di antara gandum (ayat 24-30)

> Seharusnya di dunia ini hanya ada gereja yang benar, tapi karena iblis masih bebas, maka iblis membuat gereja yang palsu.

> Tuhan memperkenankan tindakan kekerasan terhadap yang dianggap salah.

  • Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi (ayat 31-35)

> Ada gereja yang tumbuhnya abnormal/mengalami penyimpangan.

> Tuhan tidak ingin gereja besar sekali, melainkan ingin gereja banyak.

> Ada gereja yang yang tiga warisan gereja yang indah (Doktrin, moral, motif), telah dikhamiri dengan ajaran sesat.

  • Penjelasan perumpamaan tentang lalang di antara gandum (ayat 36:43)

> Tuhan menjelaskan proses pemberitaan Injil sampai akhir zaman.

  • Perumpamaan harta terpendam dan mutiara yang berharga (ayat 44:46)

> Ladang adalah gereja lokal, harta yang terpendam di gereja adalah Injil.

> Yesus mengajarkan kelayakan seseorang untuk bayar harga atas Injil.

> Injil juga seperti mutiara yang mana manusia mengadakan pencarian terhadapnya dengan mengorbankan semua yang dia miliki.

  • perumpamaan tentang pukat (ayat 47:52)

> Gereja dalam perjalanannya akan mengumpulkan banyak manusia dengan hati dan motivasi yang berbeda.

> Pada akhir zaman Tuhan akan menyaring setiap manusia dan memisahkan yang benar dengan yang tidak benar.

  • Yesus ditolak di nazaret  (ayat 53-58)

> Yesus memiliki saudara minimal 6 orang. Jadi tidak mungkin Maria tetap perawan sampai sekarang ini.

> Kesalahan orang adalah seringkali tersandung pada pribadi pelayan Tuhan yang merupakan orang dekatnya.

 

 

 

I danauCreated by: Ev. Tumbur LR

 

Pembahasan Matius pasal 13:

 

Terdiri dari 58 ayat.

Pengantar:  “Setelah Yesus menyatakan siapa yang merupakan saudara-Nya dan ibu-Nya, Yesus keluar dan mengajar kembali di tepi danau. Orang banyak terus mengikutinya.”

  • Perumpamaan tentang seorang penabur (ayat 1-23)

> Kunci untuk memahami perumpamaan Tuhan Yesus ada pada ayat 11.

> Rahasia = Misteri = tentang Jemaat lokal.

> Yang mempunyai akan diberi, yang tidak mempunyai akan diambil.

  • Perumpamaan tentang lalang di antara gandum (ayat 24-30)

> Seharusnya di dunia ini hanya ada gereja yang benar, tapi karena iblis masih bebas, maka iblis membuat gereja yang palsu.

> Tuhan memperkenankan tindakan kekerasan terhadap yang dianggap salah.

  • Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi (ayat 31-35)

> Ada gereja yang tumbuhnya abnormal/mengalami penyimpangan.

> Tuhan tidak ingin gereja besar sekali, melainkan ingin gereja banyak.

> Ada gereja yang yang tiga warisan gereja yang indah (Doktrin, moral, motif), telah dikhamiri dengan ajaran sesat.

  • Penjelasan perumpamaan tentang lalang di antara gandum (ayat 36:43)

> Tuhan menjelaskan proses pemberitaan Injil sampai akhir zaman.

  • Perumpamaan harta terpendam dan mutiara yang berharga (ayat 44:46)

> Ladang adalah gereja lokal, harta yang terpendam di gereja adalah Injil.

> Yesus mengajarkan kelayakan seseorang untuk bayar harga atas Injil.

> Injil juga seperti mutiara yang mana manusia mengadakan pencarian terhadapnya dengan mengorbankan semua yang dia miliki.

  • perumpamaan tentang pukat (ayat 47:52)

> Gereja dalam perjalanannya akan mengumpulkan banyak manusia dengan hati dan motivasi yang berbeda.

> Pada akhir zaman Tuhan akan menyaring setiap manusia dan memisahkan yang benar dengan yang tidak benar.

  • Yesus ditolak di nazaret  (ayat 53-58)

> Yesus memiliki saudara minimal 6 orang. Jadi tidak mungkin Maria tetap perawan sampai sekarang ini.

> Kesalahan orang adalah seringkali tersandung pada pribadi pelayan Tuhan yang merupakan orang dekatnya.

Pembahasan Matius Pasal 14:

 

Terdiri dari 36 ayat.

Pengantar: “Setelah penolakan dari orang-orang sekampung-Nya, Yesus segera pula mendapatkan hambatan yang lainnya, yaitu pemerintah yang berkuasa pada masa itu. Tetapi hal itu tidak mmbuat Yesus gentar, bahkan semakin berani memberitakan kebenaran!”

  • Yohanes Pembaptis dibunuh (ayat 1-12)

> Kita tahu Yohanes Pembaptis adalah orang yang mengakhiri ibadah Perjanjian Lama.

> Herodes mengawini istri saudaranya.

> Herodias tidak terpaksa kawin dengan Herodes.

> Teguran adalah untuk direnungkan, bukan malah menjadi dendam.

  • Yesus memberi makan 5000 orang (ayat 13-21)

> Peristiwa itu sangat dahsyat, dan itu sebagai tanda kemesiasan Yesus.

> Contoh lain tentang Yesus yang adalah kebangkitan dan hidup, sehingga ditunjukkan dengan membangkitkan orang mati. 3 kategori kematian: Yang baru mati dan masih di rumah, yang sedang di bawa ke kuburan, yang sudah 4 hari di dalam kubur.

  • Yesus berjalan di atas air (ayat 22-33)

> Yesus ingin menunjukkan bahwa alam pun takhluk kepada-Nya.

> Ternyata, kebersamaan dengan Yesus belumlah membuat murid-murid tidak takut terhadap ketakutan-ketakutan manusia.

  • Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (ayat 33-36)

> Setelah mengarungi danau semalaman, Yesus dan murid-murid-Nya sampai di Genesaret, dan diterima dengan baik.

> Yesus pun membuktikan kemesiasan-Nya kepada penduduk di sana.

 

 

 

I danauCreated by: Ev. Tumbur LR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembahasan Matius Pasal 14:

 

Terdiri dari 36 ayat.

Pengantar: “Setelah penolakan dari orang-orang sekampung-Nya, Yesus segera pula mendapatkan hambatan yang lainnya, yaitu pemerintah yang berkuasa pada masa itu. Tetapi hal itu tidak mmbuat Yesus gentar, bahkan semakin berani memberitakan kebenaran!”

  • Yohanes Pembaptis dibunuh (ayat 1-12)

> Kita tahu Yohanes Pembaptis adalah orang yang mengakhiri ibadah Perjanjian Lama.

> Herodes mengawini istri saudaranya.

> Herodias tidak terpaksa kawin dengan Herodes.

> Teguran adalah untuk direnungkan, bukan malah menjadi dendam.

  • Yesus memberi makan 5000 orang (ayat 13-21)

> Peristiwa itu sangat dahsyat, dan itu sebagai tanda kemesiasan Yesus.

> Contoh lain tentang Yesus yang adalah kebangkitan dan hidup, sehingga ditunjukkan dengan membangkitkan orang mati. 3 kategori kematian: Yang baru mati dan masih di rumah, yang sedang di bawa ke kuburan, yang sudah 4 hari di dalam kubur.

  • Yesus berjalan di atas air (ayat 22-33)

> Yesus ingin menunjukkan bahwa alam pun takhluk kepada-Nya.

> Ternyata, kebersamaan dengan Yesus belumlah membuat murid-murid tidak takut terhadap ketakutan-ketakutan manusia.

  • Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret (ayat 33-36)

> Setelah mengarungi danau semalaman, Yesus dan murid-murid-Nya sampai di Genesaret, dan diterima dengan baik.

> Yesus pun membuktikan kemesiasan-Nya kepada penduduk di sana.

 

 

 

I danauCreated by: Ev. Tumbur LR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembahasan Matius pasal 15:

 

Terdiri dari 39 ayat.

  • Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi (ayat 1-20)

> Firman Allah harus di atas adat istiadat

> Yesus mengajarkan bahwa ibadah simbolik telah berakhir (1 Kor. 6:12)

> Orang yang tidak cinta kebenaran akan tersandung

> Penjelasan Yesus lebih jauh akan ibadah dalam Roh dan kebenaran

  • Perempuan Kanaan yang percaya (ayat 21-28)

> Yesus menyingkir Tirus dan Sidon, sekarang Libanon

> Program Allah orientasinya memang hanya untuk bangsa Israel (ay. 24)

> Bangsa Yahudi justru menolak Mesias, bangsa lain malah menerima-Nya.

> Kerendahan hati adalah hal yang paling perlu di hadapan Tuhan.

> Anak perempuan itu sembuh hanya dengan pernyataan Yesus saja, bahkan tanpa doa.

  • Yesus menyembuhkan banyak orang sakit (ayat 29-31)

> Tujuan Yesus menyembuhkan orang sakit dan mengadakan banyak mujizat adalah tanda dari kehadiran Mesias sebagaimana nubuatan para nabi.

> Akhirnya Yesus memilih 12 Rasul sebagai tonggak kebenaran yang juga Tuhan berikan tanda sebagai rasul Yesus Kristus.

> Alkitab menubuatkan bahwa rasul palsu akan datang (Mat. 7:15-23)

  • Yesus memberi makan 4000 orang (ayat 32-39)

> Untuk kedua kalinya Yesus mengadakan mujizat untuk memberi makan banyak orang, tapi banyak di antara mereka yang hanya ingin melihat hal-hal yang ajaib.

> Mereka hanya ingin mendapatkan hal-hal yang positif, tanpa mengerti tujuan kedatangan Yesus ke dunia.

> Tuhan selalu menguji kesetiaan orang mengejar kebenaran baru dikenyangkan secara jasmani.

Created by: Ev.Tumbur LR

 

Pembahasan Matius pasal 15:

 

Terdiri dari 39 ayat.

  • Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi (ayat 1-20)

> Firman Allah harus di atas adat istiadat

> Yesus mengajarkan bahwa ibadah simbolik telah berakhir (1 Kor. 6:12)

> Orang yang tidak cinta kebenaran akan tersandung

> Penjelasan Yesus lebih jauh akan ibadah dalam Roh dan kebenaran

  • Perempuan Kanaan yang percaya (ayat 21-28)

> Yesus menyingkir Tirus dan Sidon, sekarang Libanon

> Program Allah orientasinya memang hanya untuk bangsa Israel (ay. 24)

> Bangsa Yahudi justru menolak Mesias, bangsa lain malah menerima-Nya.

> Kerendahan hati adalah hal yang paling perlu di hadapan Tuhan.

> Anak perempuan itu sembuh hanya dengan pernyataan Yesus saja, bahkan tanpa doa.

  • Yesus menyembuhkan banyak orang sakit (ayat 29-31)

> Tujuan Yesus menyembuhkan orang sakit dan mengadakan banyak mujizat adalah tanda dari kehadiran Mesias sebagaimana nubuatan para nabi.

> Akhirnya Yesus memilih 12 Rasul sebagai tonggak kebenaran yang juga Tuhan berikan tanda sebagai rasul Yesus Kristus.

> Alkitab menubuatkan bahwa rasul palsu akan datang (Mat. 7:15-23)

  • Yesus memberi makan 4000 orang (ayat 32-39)

> Untuk kedua kalinya Yesus mengadakan mujizat untuk memberi makan banyak orang, tapi banyak di antara mereka yang hanya ingin melihat hal-hal yang ajaib.

> Mereka hanya ingin mendapatkan hal-hal yang positif, tanpa mengerti tujuan kedatangan Yesus ke dunia.

> Tuhan selalu menguji kesetiaan orang mengejar kebenaran baru dikenyangkan secara jasmani.

Pembahasan Matius pasal 16:

 

Terdiri dari 28 ayat.

  1. Orang Farisi dan Saduki meminta tanda (ayat 1-4)

> Orang Farisi = Farish (Ibr) = Dipisahkan/separatis

> Orang Saduki = Sadekh (Ibr) = Bijak/righteous

> Kedua kelompok ini secara umum saling bertentangan

> Kedua kelompok ini meminta tanda, karena mereka tidak puas terhadap latar belakang Tuhan Yesus. Berbeda dengan Yohanes Pembaptis dan murid-muridnya.

> Untuk menemukan kebenaran, diperlukan sikap hati yang positif, maka Tuhan akan menuntun orang tersebut langkah demi langkah ke dalam kebenaran.

  1. Tentang ragi orang Farisi dan Saduki (ayat 5-12)

> Ragi = membawa pengaruh terhadap bahan makanan

> Ragi secara rohani berarti ajaran (ayat 12), karena itu mempengaruhi bahan makanan rohani seseorang.

> Ajaran Farisi = Fundamentalis Yahudi, membuat aturan ketat dan duniawi.

> Ajaran Saduki = Liberal, tidak percaya kebangkitan, lebih ke politik.

  1. Pengakuan Petrus (ayat 13-20)

> Yesus tiba di Kaisarea-Filipi

> Ada banyak pendapat orang tentang Yesus, tetapi yang benar adalah Dia Mesias.

> Petrus = Petros = Batu = karena sifatnya memang keras, diberi nama itu.

> Petra = Batu karang = Yesus sendiri (1 Kor. 10:4).

> Mendirikan = Oikodomeo = Membangun.

> Kunci Kerajaan Sorga = kepastian masuk sorga. Berbicara masalah iman yang diajarkan di dalam jemaat lokal, jadi bukan hanya kepada Petrus.

> Jadi setiap orang yang sudah diselamatkan harus memberi kunci itu terhadap orang lain, sehingga mengikatnya di sorga.

  1. Pemberitaan pertama tentang penderitaan Yesus (ayat 21-28)

> Petrus sebagaimana kebanyakan orang, melihat Mesias itu tidak akan menghadapi masalah yang buruk (ayat 22).

> Setiap orang percaya harus mengerti bahwa hidup di dunia ini adalah hidup bagi Kristus. Harus mengerti hidupnya sudah tersalib, sehingga hal itu membuatnya tidak memenuhi tuntutan dirinya, bahkan harus siap mati sebagai arti dari memikul salib.

Created by: Ev.Tumbur LR

 

Pembahasan Matius pasal 16:

 

Terdiri dari 28 ayat.

  1. Orang Farisi dan Saduki meminta tanda (ayat 1-4)

> Orang Farisi = Farish (Ibr) = Dipisahkan/separatis

> Orang Saduki = Sadekh (Ibr) = Bijak/righteous

> Kedua kelompok ini secara umum saling bertentangan

> Kedua kelompok ini meminta tanda, karena mereka tidak puas terhadap latar belakang Tuhan Yesus. Berbeda dengan Yohanes Pembaptis dan murid-muridnya.

> Untuk menemukan kebenaran, diperlukan sikap hati yang positif, maka Tuhan akan menuntun orang tersebut langkah demi langkah ke dalam kebenaran.

  1. Tentang ragi orang Farisi dan Saduki (ayat 5-12)

> Ragi = membawa pengaruh terhadap bahan makanan

> Ragi secara rohani berarti ajaran (ayat 12), karena itu mempengaruhi bahan makanan rohani seseorang.

> Ajaran Farisi = Fundamentalis Yahudi, membuat aturan ketat dan duniawi.

> Ajaran Saduki = Liberal, tidak percaya kebangkitan, lebih ke politik.

  1. Pengakuan Petrus (ayat 13-20)

> Yesus tiba di Kaisarea-Filipi

> Ada banyak pendapat orang tentang Yesus, tetapi yang benar adalah Dia Mesias.

> Petrus = Petros = Batu = karena sifatnya memang keras, diberi nama itu.

> Petra = Batu karang = Yesus sendiri (1 Kor. 10:4).

> Mendirikan = Oikodomeo = Membangun.

> Kunci Kerajaan Sorga = kepastian masuk sorga. Berbicara masalah iman yang diajarkan di dalam jemaat lokal, jadi bukan hanya kepada Petrus.

> Jadi setiap orang yang sudah diselamatkan harus memberi kunci itu terhadap orang lain, sehingga mengikatnya di sorga.

  1. Pemberitaan pertama tentang penderitaan Yesus (ayat 21-28)

> Petrus sebagaimana kebanyakan orang, melihat Mesias itu tidak akan menghadapi masalah yang buruk (ayat 22).

> Setiap orang percaya harus mengerti bahwa hidup di dunia ini adalah hidup bagi Kristus. Harus mengerti hidupnya sudah tersalib, sehingga hal itu membuatnya tidak memenuhi tuntutan dirinya, bahkan harus siap mati sebagai arti dari memikul salib.

Pembahasan Matius pasal 17 :

Terdiri dari 27 ayat.

Pengantar: “Di akhir pasal 16 Yesus menyatakan bahwa diri-Nya akan segera diserahkan kepada manusia untuk dibunuh. Enam hari dari kejadian di Kaisarea itu, Yesus ditemani ketiga murid-Nya yang paling dekat kepada-Nya berada di atas bukit.”

  1. Yesus dimuliakan di atas gunung ( ayat 1-13 )

> Kelihatannya 3 orang muridNya ini inners circle (lingkaran dalam) dari kelompok murid-murid-Nya.

> Gunung yang tinggi itu = Gunung Miron di sebelah Selatan Galilea, karena ada ahli-ahli taurat setelah mereka turun dari gunung. Hermon di luar Israel dan Tabor rendah.

> Musa (bapak kemerdekaan) dan Elia (nabi pejuang ) = orang-orang yang sangat terpandang pada orang Yahudi.

> Yesus ternyata lebih dari kedua tokoh itu, karena mereka datang menemui Yesus.

> Ada suasana yang luar biasa, suasana lingkup sorgawi.

> Penjelasan siapa Elia yang akan mendahului kedatangan Mesias (Mat. 3:4).

  1. Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan ( ayat 14-21)

> Petrus sangat berkesan dengan kejadian ini hingga menuliskannya lebih detail (Mrk. 9:14-29).

> Ayah si anak muda itu sendiri tidak yakin Yesus bisa melakukannya.

> Murid-murid-Nya pun tidak yakin bisa mlakukannya.

> Iman sebesar biji sesawi = keyakinan akan karunia yang  berikan Tuhan kepada murid-murid-Nya. Mereka harusnya bisa melihat hal-hal yang lebih ajaib lagi.

> Berdoa = Menunjukkan ketebalan iman. Berpuasa = Keseriusan. => Paket.

  1. Pemberitahuan kedua tentang penderitaan Yesus ( ayat 22-23)

> Iman murid-murid ditantang akan program pelayanan Tuhan.

> Murid-murid kembali diingatkan akan semua kejadian-kejadian yang telah terjadi, karena semuanya adalah untuk keselamatan manusia.

  1. Yesus membayar bea untuk Bait Allah ( ayat 24-27 )

> Tuhan menjelaskan tentang pajak Bait Allah sebenarnya bagi orang asing.

> Bait Allah itu milik-Nya sendiri, murid-murid—Nya juga seharusnya tidak perlu bayar.

> Tapi Tuhan tidak mau menjadi batu sandungan karena tidak bayar pajak.

> Tuhan Yesus tidak punya uang, Dia tidak memiliki apa-apa.

> Semua di dunia ini adalah milik Tuhan. Jadi murid-murid juga tidak usah kuatir, Tuhan akan cukupkan lewat apa, siapa saja.

Created by: Ev.Tumbur LR

Pembahasan Matius pasal 17 :

Terdiri dari 27 ayat.

Pengantar: “Di akhir pasal 16 Yesus menyatakan bahwa diri-Nya akan segera diserahkan kepada manusia untuk dibunuh. Enam hari dari kejadian di Kaisarea itu, Yesus ditemani ketiga murid-Nya yang paling dekat kepada-Nya berada di atas bukit.”

  1. Yesus dimuliakan di atas gunung ( ayat 1-13 )

> Kelihatannya 3 orang muridNya ini inners circle (lingkaran dalam) dari kelompok murid-murid-Nya.

> Gunung yang tinggi itu = Gunung Miron di sebelah Selatan Galilea, karena ada ahli-ahli taurat setelah mereka turun dari gunung. Hermon di luar Israel dan Tabor rendah.

> Musa (bapak kemerdekaan) dan Elia (nabi pejuang ) = orang-orang yang sangat terpandang pada orang Yahudi.

> Yesus ternyata lebih dari kedua tokoh itu, karena mereka datang menemui Yesus.

> Ada suasana yang luar biasa, suasana lingkup sorgawi.

> Penjelasan siapa Elia yang akan mendahului kedatangan Mesias (Mat. 3:4).

  1. Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan ( ayat 14-21)

> Petrus sangat berkesan dengan kejadian ini hingga menuliskannya lebih detail (Mrk. 9:14-29).

> Ayah si anak muda itu sendiri tidak yakin Yesus bisa melakukannya.

> Murid-murid-Nya pun tidak yakin bisa mlakukannya.

> Iman sebesar biji sesawi = keyakinan akan karunia yang  berikan Tuhan kepada murid-murid-Nya. Mereka harusnya bisa melihat hal-hal yang lebih ajaib lagi.

> Berdoa = Menunjukkan ketebalan iman. Berpuasa = Keseriusan. => Paket.

  1. Pemberitahuan kedua tentang penderitaan Yesus ( ayat 22-23)

> Iman murid-murid ditantang akan program pelayanan Tuhan.

> Murid-murid kembali diingatkan akan semua kejadian-kejadian yang telah terjadi, karena semuanya adalah untuk keselamatan manusia.

  1. Yesus membayar bea untuk Bait Allah ( ayat 24-27 )

> Tuhan menjelaskan tentang pajak Bait Allah sebenarnya bagi orang asing.

> Bait Allah itu milik-Nya sendiri, murid-murid—Nya juga seharusnya tidak perlu bayar.

> Tapi Tuhan tidak mau menjadi batu sandungan karena tidak bayar pajak.

> Tuhan Yesus tidak punya uang, Dia tidak memiliki apa-apa.

> Semua di dunia ini adalah milik Tuhan. Jadi murid-murid juga tidak usah kuatir, Tuhan akan cukupkan lewat apa, siapa saja.

Pembahasan Matius pasal 18:

 

Terdiri dari 35 ayat.

Pengantar: “Tidak lama berselang, setelah Yesus berada dalam satu peristiwa dengan Simon Petrus, seluruh murid-murid-Nya sedang berkumpul, sangat mungkin mereka ingin mendapatkan penjelasan dari perdebatan antar mereka yang tidak menemukan kesimpulan.”

  1. Siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga (ayat 1-5)

> Kalimat bertobat dan menjadi seperti anak kecil sangat penting.

> Merendahkan diri dan menyambut adalah lanjutan dari kalimat sebelumnya.

  1. Siapa yang menyesatkan orang (ayat 6-11)

> Konteks saat itu begitu mudahnya seorang anak disesatkan orang dewasa.

> Penyesat-penyesat adalah yang tidak mengerti kebenaran.

> Tuhan mengajarkan perbandingan antara duniawi dan sorgawi (8-9)

  1. Perumpamaan tentang domba yang hilang (ayat 12-14)

> Seharusnya orang yang sudah diselamatkan tidak membebani pelayan, agar para pelayan bisa lebih banyak waktu mencari domba yang hilang.

> Perikop ini lebih berbicara tentang orang yang murtad, tetapi berhubungan dengan semua manusia yang terhilang dari kebenaran Allah.

  1. Tentang menasihati sesama saudara (ayat 15-20)

> Penjelasan Tuhan tentang aturan disiplin jemaat yang benar.

> Sistem teguran yang bertingkat menunjukkan cukupnya kesempatan yang Tuhan berikan bagi seseorang untuk kembali ke jalan yang benar.

  1. Perumpamaan tentang pengampunan ayat 21-35)

> Orang lahir baru adalah orang yang mengampuni segala kesalahan dari orang lain.

> Pertanyaan Petrus adalah pertanyaan polos dari sisi duniawi manusia.

> Angka tujuh adalah angka kesempurnaan ilahi, tujuh puluh adalah kegenapan kerajaan ilahi. Jadi sebenarnya Tuhan Yesus menginginkan setiap orang percaya bisa mengampuni kesalahan jenis apa pun. Karena Roh ilahi ada di dalam tiap-tiap orang percaya.

> Orang percaya harus mengerti bahwa pengampunan Allah atas hidupnya tidak ada bandingnya dengan pengampunan yang dilakukan orang percaya. Jadi tidak ada alasan untuk mengatakan belum bisa mengampuni.

Created by: Ev.Tumbur LR

Pembahasan Matius pasal 18:

 

Terdiri dari 35 ayat.

Pengantar: “Tidak lama berselang, setelah Yesus berada dalam satu peristiwa dengan Simon Petrus, seluruh murid-murid-Nya sedang berkumpul, sangat mungkin mereka ingin mendapatkan penjelasan dari perdebatan antar mereka yang tidak menemukan kesimpulan.”

  1. Siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga (ayat 1-5)

> Kalimat bertobat dan menjadi seperti anak kecil sangat penting.

> Merendahkan diri dan menyambut adalah lanjutan dari kalimat sebelumnya.

  1. Siapa yang menyesatkan orang (ayat 6-11)

> Konteks saat itu begitu mudahnya seorang anak disesatkan orang dewasa.

> Penyesat-penyesat adalah yang tidak mengerti kebenaran.

> Tuhan mengajarkan perbandingan antara duniawi dan sorgawi (8-9)

  1. Perumpamaan tentang domba yang hilang (ayat 12-14)

> Seharusnya orang yang sudah diselamatkan tidak membebani pelayan, agar para pelayan bisa lebih banyak waktu mencari domba yang hilang.

> Perikop ini lebih berbicara tentang orang yang murtad, tetapi berhubungan dengan semua manusia yang terhilang dari kebenaran Allah.

  1. Tentang menasihati sesama saudara (ayat 15-20)

> Penjelasan Tuhan tentang aturan disiplin jemaat yang benar.

> Sistem teguran yang bertingkat menunjukkan cukupnya kesempatan yang Tuhan berikan bagi seseorang untuk kembali ke jalan yang benar.

  1. Perumpamaan tentang pengampunan ayat 21-35)

> Orang lahir baru adalah orang yang mengampuni segala kesalahan dari orang lain.

> Pertanyaan Petrus adalah pertanyaan polos dari sisi duniawi manusia.

> Angka tujuh adalah angka kesempurnaan ilahi, tujuh puluh adalah kegenapan kerajaan ilahi. Jadi sebenarnya Tuhan Yesus menginginkan setiap orang percaya bisa mengampuni kesalahan jenis apa pun. Karena Roh ilahi ada di dalam tiap-tiap orang percaya.

> Orang percaya harus mengerti bahwa pengampunan Allah atas hidupnya tidak ada bandingnya dengan pengampunan yang dilakukan orang percaya. Jadi tidak ada alasan untuk mengatakan belum bisa mengampuni.

Pembahasan Matius pasal 19:

Terdiri dari 30 ayat.

Pengantar: “Tuhan Yesus berangkat dari tempat Dia mengajar di Galilea menuju daerah Yudea yang di dekat padang gurun di sebelah sungai Yordan.

  1. Perceraian (ayat 1-13)

> Pada masa itu pertanyaan ini sangat sulit dijawab.

> Jawaban Yesus bersifat kehendak Allah dari mulanya.

> Syarat perceraian yang sah ada 3 (Mati, berzinah, diceraikan<1 Kor.7>)

> Surat perceraian yang diijinkan Musa ada karena paksaan massa.

> Ajaran Yesus tentang hikmat memandang sebuah pernikahan (10-12).

  1. Yesus memberkati anak-anak (ayat 13-15)

> Anak-anak  kecil menunjukkan dalam keadaan belum akil balik.

> Orang tua Kristen perlu melakukan penyerahan anak.

> Ayat penegasan tentang bayi kalau mati masuk sorga.

  1. Orang muda yang kaya (ayat 16-26)

> Tuhan sebenarnya sangat bermurah hati terhadap pemuda itu.

> Orang muda itu merasa lebih banyak, tapi sebenarnya kurang banyak.

> Orang muda itu merasa dirinya sudah suci, terbukti tidak ada orang yang berani mengecamnya.

> Hartanya telah menjerumuskannya.

> Di dunia ini banyak orang yang sebenarnya tidak cinta kebenaran karena tidak berani membayar harga.

  1. Upah mengikut Yesus (ayat 27-30)

> Pertanyaan tentang upah mengikut Yesus.

> Jawaban Yesus tentang kerajaan 1000 tahun dan sorga.

> Di dunia ini pun sebenarnya kita bisa merasakan hal itu sekalipun disertai dengan penganiayaan.

> Ayat terakhir mengajarkan tentang fokus seseorang dalam kehidupan kekristenannya, sehingga banyak orang yang tersandung.

Created by: Ev.Tumbur LR

Pembahasan Matius pasal 19:

Terdiri dari 30 ayat.

Pengantar: “Tuhan Yesus berangkat dari tempat Dia mengajar di Galilea menuju daerah Yudea yang di dekat padang gurun di sebelah sungai Yordan.

  1. Perceraian (ayat 1-13)

> Pada masa itu pertanyaan ini sangat sulit dijawab.

> Jawaban Yesus bersifat kehendak Allah dari mulanya.

> Syarat perceraian yang sah ada 3 (Mati, berzinah, diceraikan<1 Kor.7>)

> Surat perceraian yang diijinkan Musa ada karena paksaan massa.

> Ajaran Yesus tentang hikmat memandang sebuah pernikahan (10-12).

  1. Yesus memberkati anak-anak (ayat 13-15)

> Anak-anak  kecil menunjukkan dalam keadaan belum akil balik.

> Orang tua Kristen perlu melakukan penyerahan anak.

> Ayat penegasan tentang bayi kalau mati masuk sorga.

  1. Orang muda yang kaya (ayat 16-26)

> Tuhan sebenarnya sangat bermurah hati terhadap pemuda itu.

> Orang muda itu merasa lebih banyak, tapi sebenarnya kurang banyak.

> Orang muda itu merasa dirinya sudah suci, terbukti tidak ada orang yang berani mengecamnya.

> Hartanya telah menjerumuskannya.

> Di dunia ini banyak orang yang sebenarnya tidak cinta kebenaran karena tidak berani membayar harga.

  1. Upah mengikut Yesus (ayat 27-30)

> Pertanyaan tentang upah mengikut Yesus.

> Jawaban Yesus tentang kerajaan 1000 tahun dan sorga.

> Di dunia ini pun sebenarnya kita bisa merasakan hal itu sekalipun disertai dengan penganiayaan.

> Ayat terakhir mengajarkan tentang fokus seseorang dalam kehidupan kekristenannya, sehingga banyak orang yang tersandung.

Pembahasan Matius pasal 20:

Terdiri dari 34 ayat.

Pengantar: “Pasal ini adalah lanjutan pengajaran Tuhan Yesus ketika Dia berada di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.”

  1. Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur

> Perumpamaan ini berbicara tentang di bumi. Karena kalimat ‘Hal kerajaan sorga’ adalah jemaat lokal (Mat. 13:11)

> Seorang yang datang dan berkata mau  melayani Tuhan di dunia ini harus punya prinsip melayani bukan mencari upah.

> Bekerjalah dengan tidak mencari upah, tetapi dengan motivasi yang murni. Tergerak untuk melayani karena sudah diselamatkan.

> Kalau ada yang diberkati lebih, tidak boleh protes bahkan jika tidak diberi upah pun tidak boleh mengeluh tetapi Tuhan punya kemurahan hati.

> Nanti di sorgalah semuanya akan diperhitungkan dengan adil, karena Tuhan mengatakan segelas air putih pun akan terhitung semuanya. (Mrk. 9:41)

  1. Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus

> Pemberitahuan pertama terdapat di pasal 16:21-23; yang kedua di pasal 17:22-23.

> Tuhan telah memperingatkan murid-murid-Nya dengan cukup, agar mereka tidak terkejut apabila saatnya tiba.

  1. Permintaaan ibu Yakobus dan Yohanes

> Ibu Yakobus dan Yohanes berusaha untuk memakai cara-cara KKN.

> Dalam pelayanan jemaat tidak masalah jikalau terdapat hubungan keluarga tetapi harus jujur dan adil.

> Cawan Yakobus dan Yohanes adalah kematian sebagai martyr.

> Melayani Tuhan bukanlah dengan konsep dunia yang memakai kekuatan dan kekerasan, melainkan dengan kerendahan hati dan keteladanan.

  1. Yesus menyembuhkan dua orang buta

> Banyak orang mengikuti Yesus tapi tidak mengerti siapa Dia, sama seperti sekarang banyak orang pergi ke gereja tapi tidak mengerti kebenaran.

> Mujizat yang dilakukan Yesus harusnya membuka mata rohani mereka akan janji firman Allah bahwa Mesias akan datang dengan tanda-tanda tapi mereka tetap tidak mengerti.

> Saat ini pun banyak orang Kristen yang masih buta rohani.

Created by: Ev.Tumbur LR

Pembahasan Matius pasal 20:

Terdiri dari 34 ayat.

Pengantar: “Pasal ini adalah lanjutan pengajaran Tuhan Yesus ketika Dia berada di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.”

  1. Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur

> Perumpamaan ini berbicara tentang di bumi. Karena kalimat ‘Hal kerajaan sorga’ adalah jemaat lokal (Mat. 13:11)

> Seorang yang datang dan berkata mau  melayani Tuhan di dunia ini harus punya prinsip melayani bukan mencari upah.

> Bekerjalah dengan tidak mencari upah, tetapi dengan motivasi yang murni. Tergerak untuk melayani karena sudah diselamatkan.

> Kalau ada yang diberkati lebih, tidak boleh protes bahkan jika tidak diberi upah pun tidak boleh mengeluh tetapi Tuhan punya kemurahan hati.

> Nanti di sorgalah semuanya akan diperhitungkan dengan adil, karena Tuhan mengatakan segelas air putih pun akan terhitung semuanya. (Mrk. 9:41)

  1. Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus

> Pemberitahuan pertama terdapat di pasal 16:21-23; yang kedua di pasal 17:22-23.

> Tuhan telah memperingatkan murid-murid-Nya dengan cukup, agar mereka tidak terkejut apabila saatnya tiba.

  1. Permintaaan ibu Yakobus dan Yohanes

> Ibu Yakobus dan Yohanes berusaha untuk memakai cara-cara KKN.

> Dalam pelayanan jemaat tidak masalah jikalau terdapat hubungan keluarga tetapi harus jujur dan adil.

> Cawan Yakobus dan Yohanes adalah kematian sebagai martyr.

> Melayani Tuhan bukanlah dengan konsep dunia yang memakai kekuatan dan kekerasan, melainkan dengan kerendahan hati dan keteladanan.

  1. Yesus menyembuhkan dua orang buta

> Banyak orang mengikuti Yesus tapi tidak mengerti siapa Dia, sama seperti sekarang banyak orang pergi ke gereja tapi tidak mengerti kebenaran.

> Mujizat yang dilakukan Yesus harusnya membuka mata rohani mereka akan janji firman Allah bahwa Mesias akan datang dengan tanda-tanda tapi mereka tetap tidak mengerti.

> Saat ini pun banyak orang Kristen yang masih buta rohani.

Pembahasan Matius pasal 21:

Terdiri dari 46 ayat.

Pengantar: “Perjalanan Yesus dengan murid-murid-Nya sudah hampir mencapai Yerusalem. Sebelum mereka memasuki Yerusalem, Yesus menggenapi nubutan nabi PL.”

  1. Yesus dielu-elukan di Yerusalem (ayat 1-11)

> Kedatangan Yesus di Yerusalem mendapat tanggapan yang berbeda dari orang banyak.

> Kemungkinan besar karena para pengajar kitab suci mereka tidak mengajarkan dengan benar janji-janji kedatangan Mesias.

> Sekarang ini juga banyak orang yang tidak memiliki pengajar-pengajar kitab suci yang berkompeten.

  1. Yesus menyucikan Bait Allah (ayat 12-17)

> Yesus tahu bahwa kunci dari kesimpangsiuran pemahaman orang Yahudi adalah karena penyalahgunaan Bait Allah.

> Kemudian Yesus mengusir orang-orang yang memakai Bait Allah dengan tidak benar, sehingga banyak orang datang ke Bait Allah untuk melihat Mesias.

> Tetapi hal itu membuat ahli-ahli Taurat marah.

> Hari ini juga banyak gereja bukan lagi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran bagi manusia sekarang ini (1 Tim. 5:15), melainkan menggunakannya untuk kepentingan perut mereka.

  1. Yesus mengutuk pohon ara (ayat 18-22)

> Yesus mengajar kepada murid-murid-Nya banyak kali lewat kejadian yang alami, dalam kejadian sehari-hari.

> Maksud Tuhan tentang pengajaran pohon ara adalah bahwa sesuatu yang tidak menghasilkan sesuatu, tidak ada gunanya untuk ada.

> Demikian dengan setiap orang yang telah lahir baru, harus berbuah.

  1. Pertanyaan mengenai kuasa Yesus (ayat 23-27)

> Imam-iman dan tua-tua Yahudi adalah orang-orang yang takut pada manusia, bukan kpada Allah.

> Tuhan Yesus tidak menjawab, karena seharusnya melalui apa yang Yesus lakukan, mereka tahu bahwa Dia adalah Mesias, tetapi mereka bebal.

> Sekarang pun ada banyak “hamba Tuhan” yang bebal, mengelak mengakui yang benar, padahal kebenaran itu begitu nyata.

  1. Perumpamaan tentang dua orang anak (ayat 28-32)

> Pengajaran dari perikop ini adalah seseorang yang harus bertobat, bukan hanya mengatakan percaya kepada Yesus.

  1. Perumpamaan tentang penggarap kebun anggur (ayat 33-46)

> Untuk kesekian kalinya Tuhan memakai perumpamaan untuk mengajar. Kali ini tentang garapan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan.

> Bangsa Yahudi tidak menjadi penggarap (tiang penopang) yang baik, yang akhirnya dialihkan kepada penggarap-penggarap lain (Jemaat lokal).

> Sekarang, Seorang Kristen haruslah menggabungkan diri ke dalam sebuah jemaat lokal, dan menjalankan fungsinya dengan baik.

Created by: Ev.Tumbur LR

Pembahasan Matius pasal 21:

Terdiri dari 46 ayat.

Pengantar: “Perjalanan Yesus dengan murid-murid-Nya sudah hampir mencapai Yerusalem. Sebelum mereka memasuki Yerusalem, Yesus menggenapi nubutan nabi PL.”

  1. Yesus dielu-elukan di Yerusalem (ayat 1-11)

> Kedatangan Yesus di Yerusalem mendapat tanggapan yang berbeda dari orang banyak.

> Kemungkinan besar karena para pengajar kitab suci mereka tidak mengajarkan dengan benar janji-janji kedatangan Mesias.

> Sekarang ini juga banyak orang yang tidak memiliki pengajar-pengajar kitab suci yang berkompeten.

  1. Yesus menyucikan Bait Allah (ayat 12-17)

> Yesus tahu bahwa kunci dari kesimpangsiuran pemahaman orang Yahudi adalah karena penyalahgunaan Bait Allah.

> Kemudian Yesus mengusir orang-orang yang memakai Bait Allah dengan tidak benar, sehingga banyak orang datang ke Bait Allah untuk melihat Mesias.

> Tetapi hal itu membuat ahli-ahli Taurat marah.

> Hari ini juga banyak gereja bukan lagi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran bagi manusia sekarang ini (1 Tim. 5:15), melainkan menggunakannya untuk kepentingan perut mereka.

  1. Yesus mengutuk pohon ara (ayat 18-22)

> Yesus mengajar kepada murid-murid-Nya banyak kali lewat kejadian yang alami, dalam kejadian sehari-hari.

> Maksud Tuhan tentang pengajaran pohon ara adalah bahwa sesuatu yang tidak menghasilkan sesuatu, tidak ada gunanya untuk ada.

> Demikian dengan setiap orang yang telah lahir baru, harus berbuah.

  1. Pertanyaan mengenai kuasa Yesus (ayat 23-27)

> Imam-iman dan tua-tua Yahudi adalah orang-orang yang takut pada manusia, bukan kpada Allah.

> Tuhan Yesus tidak menjawab, karena seharusnya melalui apa yang Yesus lakukan, mereka tahu bahwa Dia adalah Mesias, tetapi mereka bebal.

> Sekarang pun ada banyak “hamba Tuhan” yang bebal, mengelak mengakui yang benar, padahal kebenaran itu begitu nyata.

  1. Perumpamaan tentang dua orang anak (ayat 28-32)

> Pengajaran dari perikop ini adalah seseorang yang harus bertobat, bukan hanya mengatakan percaya kepada Yesus.

  1. Perumpamaan tentang penggarap kebun anggur (ayat 33-46)

> Untuk kesekian kalinya Tuhan memakai perumpamaan untuk mengajar. Kali ini tentang garapan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan.

> Bangsa Yahudi tidak menjadi penggarap (tiang penopang) yang baik, yang akhirnya dialihkan kepada penggarap-penggarap lain (Jemaat lokal).

> Sekarang, Seorang Kristen haruslah menggabungkan diri ke dalam sebuah jemaat lokal, dan menjalankan fungsinya dengan baik.

Pembahasan Matius pasal 22:

 

Terdiri dari 46 ayat.

Pengantar: “Kemarahan para imam-imam kepala Yahudi dan orang-orang Farisi tidak membuat Yesus menghentikan kata-kata-Nya. Berbagai perumpamaan dan ajaran kebenaran lainnya terus diberikan oleh Yesus.”

  1. Perumpamaan tentang perjamuan kawin (ayat 1-14)

> Hal Kerajaan Sorga adalah jemaat lokal.

> Perjamuan kawin adalah pesta rohani.

> Undangan adalah pemilihan bangsa Israel untuk menjadi TPDK.

> Alasan-alasan mereka adalah penolakan mereka akan Mesias.

> Undangan kedua adalah panggilan bagi bangsa-bangsa lain untuk menjadi TPDK (jemaat)

> Respons mereka adalah respons orang-orang atas seruan injil dari gereja.

> Orang yang tidak berpakaian pesta adalah syarat yang tidak terpenuhi.

  1. Tentang membayar pajak kepada kaisar (ayat 15-22)

> Kelompok Herodian (pendukung-pendukung Herodes) menjebak Yesus.

> Allah tidak mempertentangkan pemerintah dengan gereja.

> Pemerintah mengurus antar manusia, gereja mengurus urusan manusia dengan Allah.

> Ada pemisahan negara dengan agama, kewajiban kepada pemerintah bayar pajak, kepada gereja persepuluhan.

  1. Pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan (ayat 23-33)

> Aturan Musa adalah berbicara tentang Land Reform orang Yahudi saat menuju tanah Kanaan. (Contoh: Kasus Rut dengan Boas)

> Orang Saduki menjadikan hal ini untuk mencobai Yesus dalam hal ketidakpercayaan mereka tentang kebangkitan.

> Tuhan menjawab pertanyaan mereka sekaligus menyatakan kesesatan kepercayaan mereka.

  1. Hukum yang terutama (ayat 34-40)

> Setelah orang Saduki, Orang Farisi, kini Ahli Taurat ingin mencobai Yesus.

> Hukum semuanya bergantung pada kasih.

Semua aturan dalam kitab suci pun sebenarnya ingin membentuk orang memiliki kasih, karena Allah itu sendiri adalah kasih.

HT terbagi dalam dua bagian, mengasihi Allah, dan mengasihi manusia.

  1. Hubungan antara Yesus dan Daud (ayat 41-46)

> Orang Farisi mengatakan bahwa Mesias itu anak Daud, dan Yesus mengajak mereka berargumentasi.

> Tuhan mngutip ayat Alkitab untuk mbuktikan bahwa Daud mnybut Msias adalah Tuannya.

> Jadi Tuhan Yesus sebenarnya ingin mereka mengetahui mengapa Mesias harus jadi manusia, dan mengapa pula Mesias itu harus menjadi Tuhan.

Created by: Ev.Tumbur LR

Pembahasan Matius pasal 22:

 

Terdiri dari 46 ayat.

Pengantar: “Kemarahan para imam-imam kepala Yahudi dan orang-orang Farisi tidak membuat Yesus menghentikan kata-kata-Nya. Berbagai perumpamaan dan ajaran kebenaran lainnya terus diberikan oleh Yesus.”

  1. Perumpamaan tentang perjamuan kawin (ayat 1-14)

> Hal Kerajaan Sorga adalah jemaat lokal.

> Perjamuan kawin adalah pesta rohani.

> Undangan adalah pemilihan bangsa Israel untuk menjadi TPDK.

> Alasan-alasan mereka adalah penolakan mereka akan Mesias.

> Undangan kedua adalah panggilan bagi bangsa-bangsa lain untuk menjadi TPDK (jemaat)

> Respons mereka adalah respons orang-orang atas seruan injil dari gereja.

> Orang yang tidak berpakaian pesta adalah syarat yang tidak terpenuhi.

  1. Tentang membayar pajak kepada kaisar (ayat 15-22)

> Kelompok Herodian (pendukung-pendukung Herodes) menjebak Yesus.

> Allah tidak mempertentangkan pemerintah dengan gereja.

> Pemerintah mengurus antar manusia, gereja mengurus urusan manusia dengan Allah.

> Ada pemisahan negara dengan agama, kewajiban kepada pemerintah bayar pajak, kepada gereja persepuluhan.

  1. Pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan (ayat 23-33)

> Aturan Musa adalah berbicara tentang Land Reform orang Yahudi saat menuju tanah Kanaan. (Contoh: Kasus Rut dengan Boas)

> Orang Saduki menjadikan hal ini untuk mencobai Yesus dalam hal ketidakpercayaan mereka tentang kebangkitan.

> Tuhan menjawab pertanyaan mereka sekaligus menyatakan kesesatan kepercayaan mereka.

  1. Hukum yang terutama (ayat 34-40)

> Setelah orang Saduki, Orang Farisi, kini Ahli Taurat ingin mencobai Yesus.

> Hukum semuanya bergantung pada kasih.

Semua aturan dalam kitab suci pun sebenarnya ingin membentuk orang memiliki kasih, karena Allah itu sendiri adalah kasih.

HT terbagi dalam dua bagian, mengasihi Allah, dan mengasihi manusia.

  1. Hubungan antara Yesus dan Daud (ayat 41-46)

> Orang Farisi mengatakan bahwa Mesias itu anak Daud, dan Yesus mengajak mereka berargumentasi.

> Tuhan mngutip ayat Alkitab untuk mbuktikan bahwa Daud mnybut Msias adalah Tuannya.

> Jadi Tuhan Yesus sebenarnya ingin mereka mengetahui mengapa Mesias harus jadi manusia, dan mengapa pula Mesias itu harus menjadi Tuhan.

Pembahasan Matius pasal 23:

 

Terdiri dari 39 ayat.

Pengantar: “Setelah kejadian di pasal sebelumnya, secara kebetulan baik murid-murid Tuhan, mau pun para ahli Taurat, orang Farisi, dan orang saduki berkumpul secara bersamaan. Dan itu menjadi kesempatan Tuhan Yesus untuk menjelaskan siapa-siape mereka, apa dan bagaimana akhirnya hidup mereka.”

  1. Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang Farisi (ayat 1-36)

> Yesus menyuruh mereka menuruti ajaran ahli Taurat adalah karena mereka masih mengajarkan yang benar (ayat 1-12)

> Para pengajar itu adalah munafik, karena mereka melakukan ibadahnya untuk dilihat orang.

> Yesus ingin agar mereka memahami ibadah simbolik PL, ketika seorang mempersembahkan lebih banyak dan lebih baik, bukanlah karena mereka hebat dan akhirnya sombong, melainkan sebagai tanda bahwa mereka mengasihi Allah dengan lebih.

> Maksud Tuhan mengatakan jangan mau disebut Rabi, Bapa, Pemimpin, agar orang bersandar hanya kepada Allah, tidak kepada pribadi-pribadi manusia.

> Mereka menutup pintu sorga untuk orang lain (ayat 13-15)

> Mereka hanya mencari hal-hal duniawi dan kepuasan jasmani.

> Mereka menjangkau jiwa, tetapi setelah didapat, mereka mengabaikannya.

> Yesus mengecam mereka oleh karena ajaran yang tidak sistematis, melainkan diselewengkan untuk kepentingan pribadi (ayat 16-26)

> Mereka lebih mementingkan hal-hal lahiriah daripada hal-hal rohaniah.

> Yesus menunjukkan kemunafikan mereka atas pengakuan mereka sendiri (ayat 27-36).

> Mereka mengaku orang Yahudi penyembah Yehova, tetapi mereka menolak nabi-nabi bahkan membunuhnya.

> Nubuatan Tuhan atas mereka tergenapi pada tahun 70-an.

  1. Keluhan terhadap Yerusalem (ayat 37-39)

> Tuhan Yesus menangisi ketegaran hati mereka dan nenek moyangnya, yang telah menolak kasih Allah

> Usaha Tuhan untuk mengumpulkan umat-Nya melalui utusan-utusan-Nya, termasuk anak-Nya sendiri tidak membuahkan hasil.

Created by: Ev.Tumbur LR

Pembahasan Matius pasal 23:

 

Terdiri dari 39 ayat.

Pengantar: “Setelah kejadian di pasal sebelumnya, secara kebetulan baik murid-murid Tuhan, mau pun para ahli Taurat, orang Farisi, dan orang saduki berkumpul secara bersamaan. Dan itu menjadi kesempatan Tuhan Yesus untuk menjelaskan siapa-siape mereka, apa dan bagaimana akhirnya hidup mereka.”

  1. Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang Farisi (ayat 1-36)

> Yesus menyuruh mereka menuruti ajaran ahli Taurat adalah karena mereka masih mengajarkan yang benar (ayat 1-12)

> Para pengajar itu adalah munafik, karena mereka melakukan ibadahnya untuk dilihat orang.

> Yesus ingin agar mereka memahami ibadah simbolik PL, ketika seorang mempersembahkan lebih banyak dan lebih baik, bukanlah karena mereka hebat dan akhirnya sombong, melainkan sebagai tanda bahwa mereka mengasihi Allah dengan lebih.

> Maksud Tuhan mengatakan jangan mau disebut Rabi, Bapa, Pemimpin, agar orang bersandar hanya kepada Allah, tidak kepada pribadi-pribadi manusia.

> Mereka menutup pintu sorga untuk orang lain (ayat 13-15)

> Mereka hanya mencari hal-hal duniawi dan kepuasan jasmani.

> Mereka menjangkau jiwa, tetapi setelah didapat, mereka mengabaikannya.

> Yesus mengecam mereka oleh karena ajaran yang tidak sistematis, melainkan diselewengkan untuk kepentingan pribadi (ayat 16-26)

> Mereka lebih mementingkan hal-hal lahiriah daripada hal-hal rohaniah.

> Yesus menunjukkan kemunafikan mereka atas pengakuan mereka sendiri (ayat 27-36).

> Mereka mengaku orang Yahudi penyembah Yehova, tetapi mereka menolak nabi-nabi bahkan membunuhnya.

> Nubuatan Tuhan atas mereka tergenapi pada tahun 70-an.

  1. Keluhan terhadap Yerusalem (ayat 37-39)

> Tuhan Yesus menangisi ketegaran hati mereka dan nenek moyangnya, yang telah menolak kasih Allah

> Usaha Tuhan untuk mengumpulkan umat-Nya melalui utusan-utusan-Nya, termasuk anak-Nya sendiri tidak membuahkan hasil.

Created by: Ev.Tumbur LR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s